Kamis, 29 Juli 2010

Ternyata Yesus Tidak Makan Babi !!!


Orang Kristen berpendapat bahwa Babi haram hanya untuk Yahudi tapi tidak untuk para pengikut yesus dengan alasan Yesus datang membawa hukum baru.

Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005

Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (Imamat 11:7-8)

Alkitab cetakan lama 1979

Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu. (Imamat 11:7)

Apabila diselidiki lebih lanjut ternyata terdapat perubahan dalam ayat-ayat tersebut, yaitu dari kata “babi” menjadi “babi hutan”. Masyhud SM menulis bahwa untuk lebih melindungi "umat kristen" agar bebas makan babi bahkan Lembaga Alkitab Indonesia pada tahun 1979 sampai perlu mengganti ayat Taurat dalam Perjanjian Lama dengan mengubah kata Babi menjadi Babi Hutan.



Bunyi Imamat 11:7 pada AlKitab tahun 1968 :
Demikian juga babi, .... haram bagimu.
Sedang pada Imamat 11:7 pada Al Kitab tahun 1979
Demikian juga babi hutan .... haram itu bagimu.

Dalam Bible versi Inggris (King James Version) pada Imamat (Leviticus) yang tertulis adalah pig, yang terjemahannya adalah babi.

Makna “ babi haram” , berarti semua babi haram, tidak boleh dimakan, termasuk babi hutan. Tetapi makna “babi hutan haram”, berarti semua babi boleh dimakan, kecuali babi hutan.

Contoh: kata “dilarang merokok “ maknanya semua rokok apapun merknya tidak boleh di hisab. Manakala dirubah menjadi “dilarang merokok surya”, berarti semua rokok boleh dihisab, kecuali rokok surya bukan? Ini membuktikan bahwa penambahan satu kata saja bisa merobah makna dan arti, hal ini sudah disadari oleh Lembaga Alkitab Indonesia.

Dari penjelasan diatas jelaslah babi itu haram disentuh, apalagi dimakan. Pada kenyataanya babi dipelihara, diternak dan diperjual belikan sebagai barang dagangan untuk kemudian dikonsumsi oleh konsumen. Hampir semua umat Kristiani makan babi, kecuali sebagian kecil saja dari sekte Advent. Sebab babi merupakan makanan kesukaan, serta babi termasuk sebagai adat istiadat nenek moyang

Latar belakang Lembaga Alkitab Indonesia yang telah mengganti kata "babi" dengan "babi hutan", adalah kiranya setelah para Pendeta di Lembaga Alkitab menyadari bahwa Yesus tidak pernah membolehkan makan babi.

Hal ini dikuatkan dengan ucapan Paulus dalam suratnya kepada jemaatnya didaerah Korintus yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu halal.

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. (1. Korintus 6:12)

Sebagai umat beragama yang taat, semestinya yang diikuti adalah firman Tuhan, bukan pendapat Paulus yang hanya manusia biasa. Sebagai umat Yesus, seharusnya juga menaati perintah Tuhan, bukan perintah Paulus yang tidak bertanggung jawab.
Ketidak bertanggung jawaban ini telah Yesus peringatkan dalam injil Matius 15:9.

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." (Matius 15:9)

Saya (admin) prihatin kenapa orang Kristen yang membengkokkan larangan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Tentang hal ini telah diramalkan oleh Al-Qur’an 1400 tahun yang lalu dalam Surat Al-Baqarah ayat 79 ,” Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.”

Jika Anda adalah pengikut Yesus yang sejati seharusnya anda tidak makan babi, sebagaimana yang dicontohkan oleh sekte Advent. Dan jika anda mengaku pengikut sejati Yesus, anda harusnya menjalankan perintahNya, bukan mengikuti perintah manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab.

Ya Tuhan kami, tunjukilah kami ke jalan yang lurus…

Sumber:
Masyhud SM, Dialog Santri Pendeta, Pustaka Dai cet.7 Th. 2000
http://alkitab.otak.info


1 komentar:

Anonim mengatakan...

kadang orang kristen sendiri tidak taat akan menjadi perintah tuhan.kalau kita percaya bahwa alkitab adalah firman tuhan,dan firman tuhan adalah hukum yang siftnya mutlak maka kta juga harus mentaatinya.seringkali yang digunakan untuk pembenaran diri sendiri adalah tidak boleh maka babi adalah aturan untuk orang2 yang hidup dalam zaman perjanjian lama,maka 10 perintah Allah juga hanya untuk orang2 perjanjian lama demikian juga halnya dengan aturan perpuluhan juga hanya untuk orang2 perjanjian lama.tuhan yesus datang bukan untuk menghapus hukum taurat tetapi untuk menyempurnakanya dangan pengorbananya diatas kayu salib.apasih beratnya menuruti perintah untk tidak makan babi ang jelas2 itu tidak ada manfaatnya untuk tubuh kita,bahkan menyebabkan sesuatu yang buruk bagi tubuh kita.kalau kita percaya bahwa tubuh kita adalah bait Allah maka jangan kotori tubuh kita dengan hal2 yang merugikan.tuhan menciptakan kita sempurna adanya,dan tuhan ingin dalam kehidupan kita bisa hidup sehat.tuhan sudah mengatur dengan detail bagaimana seharusnya kita hidup,termasuk pola makan kita.tuhan yang menciptakan kita tentu Dia juga tahu apa yang baik bagi tubuh kita dan yang tidak baik bagi tubuh kita.seharusnya kita sebagai orang kristen kita bersyukur karena tuhan sudah menunjukkan kepada kita cara bagaimana kita hidup,dan tuhan juga perduli akan kesehatan kita sehingga babi dihatamkan oleh tuhan.munkin ada yang bertanya kalau begitu mengapa tuhan menciptakan babi?tuhan tanpa maksud tuhan menciptakan babi.seprti halnya hewan2 yang lain yang diharamkan tuhan contohnya kepiting,kerang, tuhan ciptakan itu untuk tugas yang sangat besar yaitu sebagai mesin pengolah sampah,karena semua yang dimakan oleh hewan tersebut adalah sampah.betapa dahsatnya tuhan kita yang begitu detail mengatur alam semesta ini,tetapi semua itu kadang kita rusak sendiri karena ketidaktaatan dan kerakusan kita.percayalah bahwa apa yang sudah tuhan firmankan dan yang tertulis dalam alkitab semua ditujukan bagi kebaikan kita.dan saya juga berpendapat bahwa makan babi adalah haram dan dosanya sama dengan penyembahan berhala,jamgan keraskan hatimu etrhadap firman tuhan.

Posting Komentar



 

AllKitab Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha