Rabu, 11 Agustus 2010

Yesus (as) Menyampaikan Ajaran, dan Kesulitan yang Dia Hadapi

0

Pada waktu Yesus (as) diutus, Bani Israel berada dalam kesulitan puncak, baik masalah politik maupun ekonomi. Di satu sisi, ada beberapa tindakan kejam yang mengakibatkan kesedihan pada masyarakat, dan di sisi lain terdapat ketidaksepakatan keyakinan dan sekte yang mengakibatkan kehidupan menjadi sulit. Di bawah kondisi yang sedemikan itu, umat manusia benar-benar membutuhkan suatu jalan keluar.

Sang Juru Selamat yang dinantikan umat setelah waktu yang lama adalah Yesus (as). Atas kehendak Allah, Yesus (as) dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian dan kemudian memberitahukan kepada umat manusia bahwa Al-Masih (Sang Juru Selamat) yang mereka nantikan telah tiba. Yang terjadi kemudian, banyak yang menaruh harapan kepadanya untuk mendapatkan petunjuk darinya.


MENELITI RIWAYAT INJIL TENTANG KISAH SALIB

0

Sekarang kami kemukakan hasil penelitian terhadap cerita-cerita Injil. Harus diingat bahwa tidak satupun di antara penulis-penulis keempat Injil itu yang menyaksikan sendiri apa yang terjadi pada peristiwa salib itu. Sebab, murid-murid Yesus dalam situasi yang gawat itu lari meninggalkan Yesus di tangan musuhnya (Matius 26:56). Oleh karena itu keterangan-keterangan yang mereka berikan hanya semata-mata berdasarkan cerita-cerita yang mereka dengar dari orang lain. Kesaksian mereka didasarkan pada riwayat yang didengar dari orang lain.

Selain itu dalam mengenai satu kejadian saja terdapat lebih dari dua puluh perbedaan yang cukup untuk tidak mempercayai cerita-cerita itu sendiri. Umat Kristen yang mengaku Yesus telah dibunuh tidak punya saksi mata yang menyaksikan peristiwa itu. Mereka hanya percaya pada cerita-cerita keempat penulis Injil yang menulis berdasarkan cerita-cerita dan perkiraan-perkiraan semata dengan memberi kesaksian yang berbeda-beda. Kami membuktikan bahwa cerita-cerita mereka itu bertentangan satu dengan yang lain. Menjadi undang-undang pengadilan-pengadilan di seluruh dunia, apabila berbagai kesaksian itu bertentangan satu dengan lainnya kesaksian itu dinyatakan gugur.


Kamis, 05 Agustus 2010

TERNYATA YESUS SEORANG PENDOSA

4

Tuhan memberikan akal kepada kita. Melalui akal itu kita dapat membedakan antara barang tiruan dan asli, yang bohong dari yang benar. Melalui akal itu pula kita dapat membedakan mana yag dosa dan mana yang tidak. Tak akan ada orang terhormat melakukan perbuatan rendah seperti ini. Apalagi satu wujud mulia, seorang nabi besar. Sebenarnya dalam Injil terdapat banyak keterangan yang menerangkan Yesus seorang berdosa. Sebagai misal:

1. “Demikianlah Yohanes pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Markus 1:4).

2. “Yesus memberikan minuman keras kepada orang lain” (Yohanes 2:8). Padahal dikatakan tentang minuman keras; “Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir” (Hosea, 4:1).

3. Menurut Injil, Yesus juga mengatakan yang dusta, karena pada Id Khayam dia menjawab kepada saudara-saudaranya: “Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktuKu belum genap”. Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam”. (Yohanes 7:8-10).

4. Dari Injil juga jelas tampak Yesus menghardik dan dengan nada menghina ibunya berkata: “Mau apakah engkau daripadaKu, Ibu? SaatKu belum tiba” (Yohanes 2:4).

Selanjutnya dalam Bible banyak cerita yang merendahkan keluhuran dan kemuliaan Yesus. Jalan keluar yang terbaik dari pelbagai tuduhan ialah harus menolak cerita-cerita itu dan kita harus mengatakan bahwa keterangan-keterangan tersebut dibuat-buat. Kita harus percaya bahwa Isa Almasih a.s adalah nabi-nabi yang maksum (suci dan bersih dari dosa) seperti diyakini oleh umat Islam.


SIAPAKAH ANAK TUHAN ??

0

Dikatakan bahwasanya Yesus adalah “anak Tuhan”, tapi sesunguhnya kata “Anak Tuhan” banyak sekali digunakan oleh Bibel untuk orang-orang lain, bukan Yesus saja. Kita cantumkan di sini:

1. “Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anakku, anakKu yang sulung” (Keluaran 4:22).

2. “Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu” (Ulangan 14:1).

3. “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediamanNya yang kudus” (Mazmur 68:6).

4. “Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan dialah yang akan menjadi anakKu dan Aku akan menjadi bapaNya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya”. (II Samuel 7:13,14).

5. “Aku telah memilih dia menjadi anakKu dan Aku akan menjadi bapanya” (I Tawarikh 28:6 dan 22:10).

6. “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:19).

7. “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Matius 5:45).

8. “Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapa, yaitu Dia yang di sorga.” (Matius 23:9).

9. “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari padaNya” (I Yohanes 5:1).

10. “Anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.” (Lukas 3:38).

11. “Kita ini dari keturunan Allah juga” (Kisah Rasul-Rasul 17:28).

12. “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah” (Roma 8:14).

13. “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Roma 8:14)

14. “Dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai” (Yohanes 11:52)

15. “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya ia, Anaknya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara” (Roma 8:29)

16. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (I Korintus 3:16)

17. “Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan” (II Korintus 6:18)

18. “Anak-anak Allah yang hidup” (Hosea 1:10)

19. “Aku telah menjadi bapa Israel, Efrain adalah anak sulungKu” (Yeremia 31:9)

Dari kutipan di atas adalah jelas bagaikan terangnya siang bolong bahwa:
Bibel menyebutkan kata “Anak” dalam artian kasih dan sayang semata. Dan tidak diragukan bahwa status Almasih atau Yesus adalah seorang nabi yang dikasihi Tuhan.


Minggu, 01 Agustus 2010

Hari Sabat: Antara Dogma dan Agama

2

Agama Kristen menyakini adanya sepuluh perintah Tuhan sebagai mana yang tercantum dalam Kitab Taurat Musa yaitu pada Ulangan 5: 7-21.


“Jangan ada padamu Tuhan lain dihadapanKu. Jangan membuat patung yang menyerupai apapun yang dilangit atas atau yang ada di bumi dibawah, atau yang ada didalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, atau beribadah kepadanya. Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dengan sembarangan tetaplah ingat dan kuduskanlah hari sabat, hormatilah ayahmu dan ibumu, jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu, jangan mengingini istri sesamamu dan harta-harta mereka.”

Hingga sampai sekarang umat Kristiani masih konsisten melakukkannya, sebab itu merupakan perintah suci yang datang langsung dari Allah. Maka dari pada itu umat Kristiani harus melaksanakan seluruh perintangNya dan menjauhi seluruh laranganNya tanpa terkecuali. Jadi apabila ada umat Kristini yang tidak menjalankan ajaran Tuhannya maka merekalah orang yang benar-benar sesat.


Menurut kaum minoritas Advent, hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu, tetapi Kristen Protestan dan Kristen Katolik dan Kristen yang lainnya jatuh pada hari Minggu. Hal itu diakibatkan adanya penggunaan penanggalan yang berbeda, yaitu kaum minoritas Advent menggunakan penanggalan Yahudi sedangkan Kristen lainnya menggunakan penanggalan Gregorian.

Dalam penanggalan Yahudi, hari pertama itu jatuh pada hari minggu, sehingga hari sabat jatuh pada hari sabtu. Lalu menurut penanggalan Gregorian hari pertama itu jatuh pada hari Senin, sehingga hari Sabat jatuh pada hari Minggu. Hal inilah yang membuat banyak pertentangan-pertentangan didalamnya. Akan kita lihat pertentangan tersebut dalam Alkitab.

Matius 28:1, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.”

Markus 16:9,” Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, mula-mula menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus perah mengusir tujuh setan.”

Lukas 24:1,’…tetapi hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.”

Dalam ayat tersebut jelas bahwa hari pertama adalah hari Minggu dan bukan hari Senin. Apabila kita hitung yang dimulai dari hari pertama adalah hari Minggu, maka Senin hari ke-2, Selasa hari ke-3, Rabu hari ke-4, Kamis hari ke-5, Juma’t hari ke-6, dan Sabtu hari ke-7. Sehingga hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu. Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang menerangkan / menunjukkan hari Sabat itu jatuh pada hari Minggu, sehingga harus mengkuduskan hari Minggu. Sehingga apabila anda (umat Kristiani) mencari dalil atau ayat yang membenarkan bahwa hari Sabat adalah hari Minggu niscaya anda tidak akan menemukannya. Yang ada hanyalah catatan-catatan sejarah dari pihak Gereja yang mengganti hari Sabtu sebagai hari Sabat menjadi hari Minggu sebagaimana yang ajarkan kepada umat Kristen sekarang ini.

Keluaran 20:8-10 “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu.Tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allah mu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan….”

Ayat ini secara terang memerintahkan umat Kristen untuk mengkuduskan hari Sabat. Yang pada ayat lain disebutkan bahwa hari Sabat itu jatuh hari Sabtu. Firman Tuhan diatas sangatlah jelas bahwa Dia meyuruh beristirahat pada hari ketujuh dan menguduskan hari Sabat, karena itu adalah hari yang Dia berkati.

Cobalah kita berfikir sehat dan berlapang dada, dan renungkan ancaman Tuhan dari orang-orang yang melanggar perintahNya.

Keluaran 31:15, "Enam hari dapat dilakukan pekerjaan, tetapi dalam ketujuh haruslah ada hari Sabat (istirahat), hari perhetian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang berbuat pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati."

Keluaran 31:15,” Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat dengan merayakan hari Sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.”

Melihat ancaman Tuhan yang Keras tersebut pastilah merinding mendengarnya. Ditambah lagi Tuhan menyuruh memelihara hari Sabat turun-temurun, yang berarti perintah itu berlaku kekal hingga kiamat. Bahkan bagi pelanggar-pelanggarnya akan terkena hukuman MATI.

Apakah belum cukup bukti-bukti perintah Tuhan??? Sesungghunya hari Sabat yang harus dipelihara serta dipertahankan selama-lamanya adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu. Dan bukankah jauh lebih mulia tulisan Tuhan dari pada tulisan manusia??

Menurut sejarah penetapan hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari ibadah yaitu pada tahun 364 Masehi pada Konsili Laodikea. Pada saat itulah dewan gereja menetapkan, minggu sebagai hari ibadah dan hari peristirahatan untuk umat Kristiani. Oleh karena itu, beribadah pada hari minggu bukanlah ketentuan dan ketetapan Tuhan, tetapi hasil musyawarah dewan gereja. Sehingga Tuhan tidak akan pernah memberkati dan mengkuduskan hari Minggu!!! Sebab hari yang diberkati dan dikusduskan oleh Tuhan adalah hari Sabtu.

Semakin jelaslah bahwa beribadah pada hari Minggu sama sekali tidak ada dasarnya dan dalilnya baik dalam Alkitab maupun kitab-kitab lainnya. Sebab beribadah pada hari Minggu hanyalah hasil rekayasa oleh dewan Gereja pada Konsili Laodikea sejak tahun 364 Masehi, tiga abad lebih setelah Yeses meninggal dunia.

Selama hidupnya Yesus hanya beribadah pada hari Sabtu, bukan hari Minggu. Sebagaimana yang tercantum dalam Lukas 4:16, Lukas 4:31, Lukas 6:6, Lukas 13:10, Markus 1:21, Markus 6:2.

Lukas 4:16 ,” Ia datang ke Nazater tempat ia dibesarkan, dan menurut kebiasaanNya pada hari Sabat ia maasuk kerumah ibadat, lalu berdidi hendak membaca dari Alkitab”

Lukas 4:31 ,” Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar disitu pada hari-hari Sabat”


Kalau kita hitung menurut Alkitab, Yesus meninggal pada usia 33 tahun. Ini berarti seumur hidup Yesus telah mengkuduskan hari Sabat pada hari Sabtu sebanyak lebih dari 1700 kali. Tidak pernah satu kali pun Yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu.
Menurut kami, mestinya umat Katolik, Protestan dan sekte-sekte lainnya, jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia dan menjalankan perintah-perintahNya, harus beribadah pada hari Sabtu sebagai hari Sabat yang telah diberkati dan dikuduskan Tuhan.

Jika kami yang memperingatkan mungkin tidak perlu digubris, tapi jika Tuhan yang memperingatkan melalui Firman-FirmanNya dalam Alkitab, sebaiknya diperhitungkan.
Yakobus 2:10 ,” Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.”

Ini artinya jika salah satu dari 10 perintah Tuhan diabaikan yaitu hari Sabat maka bersalahlah atas keseluruhan perintah tersebut lalu menjadi sia-sia iman kita. Hal ini dikuatkan dengan:

Yakobus 2:17
,”Demikian juga halnya dengan iman; Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”

Renungkanlah dengan kepala dingin dan hati yang tulus !!!
Agar tetap ke jalan yang lurus…


TENTANG KAMI

0

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang telah memberikan kenikmatan kepada kita yang tiada terhingga terutama nikmat hidup dan nikmat petunjuk kejalan yang lurus, shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Masalah yang dihadapi umat manusia saat ini sangat banyak sekali yang meliputi berbagai bidang. Dari berbagai persoalan tersebut, masalah yang kami soroti adalah perbandingan kitab suci agama Kristen (Alkitab/Bibel) dengan kitab suci agama Islam (Al-Qur’an). Terutama masalah statement kebenaran dalam Kitab Suci. Penulisan dalam artikel blog ini kami usahakan seobjektif mungkin dan seadil-adilnya sehingga tidak berat sebelah dan tidak merugikan pihak lain. Dalam mencari kebenaran dalam Kitab Suci, kami menetapkan beberapa kriteria, diantaranya:

1. Keauntentikan / keasliannya terjamin..
2. Mudah dihafalkan.
3. Tidak mengandung pornografi.
4. Tidak ada kontradiksi (pertentangan) antar ayat.
5. Relevan sepanjang zaman.

Kiranya blog ini dapat memberikan jawaban dan penerangan kedua umat tersebut, melalui karya-karya baik melalui buku, artikel, hasil penelitian diberbagai media atau realita yang direkam oleh media massa.

Semoga karya kecil kami ini dapat bermanfaat bagi kita semua sehingga dapat menuntun kita ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Tuhan beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat .

Wallahul Muwafiq illa Aqwamitthariq
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Admin




 

AllKitab Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha